News Update :

Tren Warna Cat Rumah Minimalis 2014

Penulis : Unknown on Sabtu, 21 Juni 2014 | 20.32

Sabtu, 21 Juni 2014

 

Warna Cat Rumah Minimalis


Rumah Minimalis merupakan rumah modern yang cocok untuk anda yang baru saja menikah. Jika anda sangat tertarik untuk memiliki rumah ini, ada banyak pertimbangan yang harus anda perhatikan. 

Dengan mempunyai rumah minimalis, anda dapat mendekorasi taa ruang yang multifungsi. Contohnya, karena rumah minimalis cenderung kecil dan sempit,anda dapat membuat suatu ruangan menjadi dua fungsi menjadi ruang makan dan ruang tamu.


Untuk warna cat rumah minimalis tahun ini lebih cenderung dengan warna-warna natural untuk dekorasi interior rumah. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menonjolkan warna-warna terang atau mencolok. 

Tren Warna Cat Rumah Minimalis 2014 Tahun ini, warna lembut seperti pastel, warna dust, dan juga kuning cerah akan lebih dipilih oleh pecinta dekorasi rumah minimalis. 




Warna-warna tersebut memberikan efek nyaman dan menenangkan untuk dilihat. Untuk rumah minimalis ini, anda dapat juga memilih warna-warna yang lebih terang. 

Dengan mengkombinasikan warna natural dan warna-warna terang tersebut, anda dapat membuat ruang anda terlihat lebih luas.


komentar | | Read More...

Apartemen Cikarang Diburu Investor

 

Apartemen Cikarang Lebih Menguntungkan


Komposisi pembeli bermotif investasi masih lebih besar ketimbang pembeli pengguna akhir (end user). Hal ini terutama terjadi di kawasan-kawasan pinggiran Jakarta, seperti Cikarang.

Pasalnya, berinvestasi Apartemen saat ini lebih menguntungkan, karena tingkat kebutuhan sangat tinggi. Banyak karyawan ekspatriat dan juga komuter yang tinggal di Jakarta namun bekerja di kawasan-kawasan pinggiran yang membutuhkan hunian sementara.

Dengan harga yang kompetitif, apartemen menjadi pilihan utama ketimbang rumah tapak yang harganya sudah mencapai miliaran rupiah.

Direktur PT Graha Puji Propertindo, Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, Sabtu (21/6/2014).


Menurutnya, apartemen bisa dimiliki sekaligus menjadi aset Investasi. Terlebih di area Cikarang yang sarat dengan kawasan industri. Perusahaan-perusahaan yang menempati kawasan-kawasan industri ini mempekerjakan ribuan karyawan. Merekalah pangsa pasar potensial yang akan mendorong aktivitas pasar sewa.

"Di pasar sewa Cikarang saat ini, aktivitas transaksi sudah menembus level Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per unit untuk ukuran apartemen tipe studio. Tipe ini sangat diminati penyewa lokal, sedangkan apartemen dua kamar tidur diminati penyewa ekspatriat," kata Toto. 

Hal senada dikemukakan Direktur PT Lippo Cikarang Tbk., Ju Kian Salim, ekspatriat adalah stimulan pasar paling besar yang mendorong pertumbuhan pembangunan apartemen di Cikarang. Selain pasar domestik.
"Tingginya potensi pasar dan investasi apartemen di Cikarang, juga ditandai dengan tingkat penjualan Trivium Terrace," tambah Salim.
Apartemen senilai Rp 1 triliun  ini terbagi dalam tiga menara masing-masing North Tower, South Tower, dan The Suite. Dari total sebanyak 368 unit North Tower, 90 persen terserap pasar. Sementara North Tower sudah dibeli sebanyak 80 persen dari total 422 unit, dan 40 persen dari 362 unit The Suite sudah terjual.

Pertumbuhan juga terjadi pada harga jual. Saat perdana dilansir kepada publik tahun 2012 lalu, harganya dipatok Rp 350 juta per unit untuk tipe 33 meter persegi. Sekarang, harga sudah berada pada posisi Rp 450 juta per unit untuk tipe serupa.

Sementara pertumbuhan harga Green Palace Residence yang digarap PT Graha Puji Propertindo sudah mengalami pertumbuhan harga sebesar 29,4 persen. Sebelumnya, harga perdana dipatok pada angka Rp 190 juta, setahun kemudian menjadi Rp 246 juta per unit.

Bukan hal ganjil bila kemudian investor merajai pasokan apartemen di kawasan Cikarang. Menurut Toto, 70 persen pembeli apartemennya merupakan investor. Bahkan ada seorang investor yang membeli 100 unit untuk kemudian dijual dan disewakan kembali. Sedangkan investor lainnya membeli dalam jumlah tak kurang banyak, sekitar tigapuluhan unit.

Demikian halnya yang terjadi pada apartemen Trivium Terrace. Menurut Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk., Meow Chong Loh, separuh pembeli apartemennya merupakan investor.

"Mereka kemudian berencana menjual dan menyewakan kembali kepada ekspatriat asal Jepang, Korea, Taiwan dan Tiongkok," ujarnya.

Dengan prospek pertumbuhan harga demikian tinggi, serta potensi pasar dengan ceruk besar yang berasal dari setidaknya empat kawasan industri besar, maka mudah dimafhumi jika apartemen-apartemen ini menggoda investor.

Jika dalam satu kawasan industri saja terdapat 700 perusahaan, dan masing-masing mempekerjakan 1.000 karyawan, maka potensi pasar yang terbentuk akan sebanyak 700.000 orang. Sementara di Cikarang, setidaknya terdapat empat kawasan industri besar yakni Jababeka, East Jakarta Industrial Park, dan Greenland International Industrial Park, dan Delta Silicon Industrial Park.


komentar | | Read More...

Apartemen Mewah Serpong

 

Apartemen Serpong Meluncurkan Proyek High End


Peluncuran Apartemen Serpong di bilangan Alam Sutera, Tangerang Selatan beberapa waktu yang lalu sempat menimbulkan keraguan, apakah pasar Serpong dapat mengakomodasi pasokan tersebut. Ternyata, fakta berkata sebaliknya.

Menurut President Director PT Prioritas Land Indonesia, Marcellus Chandra, daerah Serpong justru semakin jadi incaran para pencari apartemen mewah. Karena itu, pengembang pun tidak ragu-ragu membangun hunian-hunian vertikal kelas atas di sana.

"Trennya sekarang di Serpong itu. Fenomena itu memang sudah kelihatan. Yang tadinya mau bangun proyek apartemen kelas menengah dengan tipe studio, satu kamar tidur, sekarang justru meluncurkan proyek high end, apartemen untuk menengah ke atas, mewah," ujar Marcellus, kepada Kompas.com, Jumat (20/6/2014).


Marcellus merujuk pada unit-unit apartemen tiga kamar dengan luas lebih dari 100 meter persegi. Rata-rata, apartemen tersebut memiliki tiga kamar tidur dan dibanderol dengan harga Rp 3 miliar-an.

"Saya bahkan punya teman-teman yang beli proyek mereka. (Harganya) Rp 3 miliar-an, Rp3,5 miliar. Apartemennya, di Alam Sutera. Sebelumnya belum ada," ujarnya.

Pencari Apartemen Mewah ini pun bukan sembarang investor. Marcellus yakin, pembelinya atau pencari apartemen mewah tersebut adalah pengguna atau end user yang memang membutuhkan tempat tinggal.
Hal ini mengonfirmasi pernyataan pengembang yang membangun apartemen mewah di kawasan tersebut. 

Menurut Marketing Director PT Sutera Agung Properti Boy Noviyandi, minat konsumen pada produknya begitu tinggi. Jadi, meski terbilang fantastis untuk ukuran kawasan pinggiran, harga Rp 2,7 miliar hingga Rp 6 miliar per unit, ternyata tak membuat minat pasar berkurang.

"Sebelum soft launch ini, unit yang sudah terjual sebanyak 50 persen dari total 200 unit. Kami akan segera memulai pembangunan tahap kedua setelah unit Saumata tahap pertama terjual 100 persen. Target serah terima apartemen Saumata menara pertama ini pada kuartal ketiga 2016," ungkap Boy, Sabtu (7/6/2014).


komentar | | Read More...

Pertumbuhan Pasar Properti Indonesia

 

Para Pengembang Terus Membangun


Pertumbuhan Pasar Properti memang melambat sejak semester dua 2013 dan berlanjut hingga memasuki kuartal II 2014. Namun, pelemahan tersebut ternyata tidak memengaruhi kinerja para pengembang.

PT Modernland Realty Tbk., contohnya. Selama enam bulan berjalan, perseroan tetap melansir produk-produk baru dengan catatan penjualan sudah separuh dari yang ditargetkan.

Demikian Managing Director Urban Development PT Modernland Realty Tbk., Andy K Natanael kepada Kompas.com, Jumat (20/6/2014). 


Menurut Andy, properti yang ditawarkannya kepada pasar sama halnya dengan "nasi goreng". Kualitas, tampilan, dan "rasa" harus disajikan secara layak dan diterima pasar. Jika produk properti dibuat bagus, maka pengembang pun bisa menjualnya dengan mahal dan tetap laku dibeli konsumen.

"Orang bilang bosan nasi goreng. Tapi, banyak pengusaha nasi orang yang masih ngetop dan laku terus karena menyajikannya dengan baik. Jadi, pengembang yang bisa menyajikan barang dengan baik dan diterima pasar, itu yang tidak mengalami penurunan," ujarnya.

Akhir bulan lalu, Modernland berhasil menjual klaster Missisipi, Jakarta Garden City (JGC), dengan cepat. Pada peluncuran 30 Mei 2014 lalu, hanya butuh empat hingga lima jam, sebanyak 200 unit ludes terjual. 

Proyek Modernland lain yang menjadi tanggung jawab Andy, seperti Modern Hill dan Kota Modern pun tidak mengecewakan.

"Kira-kira marketing sales-nya sendiri sampai Juni ini sudah mencapai hampir 50 persen dari target Rp 1,7 triliun. Bulan lalu kita sudah capai hampir Rp700 miliar. Ini untuk urban development saja. Saya pegang Kota Modern, Modern Hill, dan Jakarta Garden City," tutur Andy.


komentar | | Read More...

Arsip Blog

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. RUMAH KITA . All Rights Reserved.
Design Template by | Support by | Powered by Blogger